Seminar Internasional Budaya Poltekpar Prima Internasional
05
Aug

Politeknik Pariwisata Prima Internasional Gelar International Seminar dalam Rangka Hari Kedua AMT 2025

Cirebon, 05 Agustus 2025Politeknik Pariwisata Prima Internasional kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi profesional pariwisata melalui rangkaian Achievement Motivation Training (AMT) 2025. Memasuki hari kedua, kampus menghadirkan International Seminar yang menghadirkan akademisi dan praktisi internasional, sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis global dan kebudayaan lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian penting dari program AMT 2025 yang bertujuan membekali calon mahasiswa dengan pemahaman lintas budaya, wawasan pariwisata global, dan kecintaan terhadap identitas budaya Indonesia.

Sesi utama dibuka oleh Prof. Richard North, Lecturer University of California, Santa Barbara, yang membawakan materi “Cross Culture Understanding in Tourism”.
Materi ini menekankan pentingnya cultural awareness, intercultural communication, hingga tantangan hubungan wisatawan–tuan rumah di industri pariwisata global.

Sebagai kampus yang mencetak tenaga perhotelan dan pariwisata profesional, pemahaman lintas budaya menjadi keterampilan kunci yang wajib dimiliki mahasiswa Poltekpar Prima Internasional.

Penguatan Seni, Budaya, dan Identitas Lokal

Tidak hanya menghadirkan perspektif internasional, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemaparan materi dari:

  • Ibu Reny Anggraeni
  • Bapak Waryo Sela, S.Sn. & Elang Iyan

Para pemateri mengajak mahasiswa memahami posisi strategis budaya Indonesia dalam industri pariwisata, salah satunya melalui pertunjukan gamelan yang disajikan secara memukau. Pertunjukan ini menjadi contoh konkret bagaimana seni tradisi dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus identitas bangsa.


Perempuan Berkebaya Indonesia: Merayakan Pengakuan UNESCO

Sesi berikutnya diisi oleh perwakilan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) yang membawakan materi “Ragam Kebaya Sesuai Pengakuan UNESCO terhadap Kebaya Indonesia”.
Mahasiswa dikenalkan dengan sejarah kebaya, ragam gaya, filosofi, hingga relevansi kebaya sebagai warisan budaya tak benda.

Materi ini berdampak penting bagi calon pelaku industri pariwisata karena pemahaman budaya lokal menjadi bagian dari experience delivery kepada wisatawan internasional.


Dampak Kegiatan: Mahasiswa Makin Siap Menjadi Duta Budaya dan Pariwisata

Melalui International Seminar ini, Calon Mahasiswa dan Mahasiswa Aktif Politeknik Pariwisata Prima Internasional diharapkan:

  • lebih menghargai keragaman budaya global,
  • memahami peran budaya lokal sebagai kekuatan pariwisata,
  • memiliki motivasi lebih besar untuk berkembang sebagai profesional perhotelan dan pariwisata,
  • serta mampu menjadi duta budaya Indonesia di kancah internasional.

Kegiatan hari kedua AMT 2025 ini menjadi bukti komitmen Politeknik Pariwisata Prima Internasional dalam menyelaraskan kompetensi global dan identitas lokal, sejalan dengan kebutuhan industri pariwisata modern.